SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM ZAMAN BANI UMAYYAH
Bani umayyah dalam bahasa arab berarti anak turun umayyah. Ia sebagai pemimpin dalam kabilah suku Quraisy.
Dinasti Umayyah didirikan oleh Muawiyyah Ibn Abu sufyan Ibn Harb. Pada masa itu, umat islam bersentuhan dengan peradaban persia dan Bizantium. Pemerintahan bani umayyah yang tadinya bersifat demokratis menjadi monarchiheriditis (Kerajaan turun temurun). Muawiyyah mewajibkan seluruh rakyatnya untuk setia terhadap anaknya yaitu Yazid.
Para sejarawan umumnya sependapat bahwa para Khalifah terbesar dari dinasti Umayah ialah Muawiyah, Abdul Malik, dan Umar bin Abdul Aziz. Di dalam artikel ini hanya untuk membahas kepemimpinan dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz karena memiliki pengaruh penting dalam perkembangan islam.
Umar bin Abdul Aziz ibn Marwan atau dijuluki sebagai Abu Hafs karena memiliki kepribadian yang shaleh.Dia menjadi gubernur madinah pada tahun 86H hingga tahun 93H. Kemudian ia diberhentikan dan lalu kembali ke Damaskus.
Pada saat Umar II menjabat kondisi pemerintahan serta keuangan negara mengalami masalah yang cukup berat, hal itu disebabkan oleh adanya kekuasaan Arab atas mawali dan dzimmi yang
merupakan pokok kebijakan pemerintahan Bani Umayah yang berupa kebijakan pajak; kharaj, jizyah, serta pajak-pajak lainnya yang tidak sesuai. Kebijakan Umar yang diterapkan pada masa pemerintahanya adalah penegakan hukum tidak pernah pandang hulu, siapa yang salah ia tidak berat hati untuk menghukumnya.
Hal hal yang dilakukan pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz:
1. Melakuan pengangkatan kepala daerah dengan melibatkan rakyatnya.
2. Membebaskan pajak setelah memasuki islam dan menhentikan pemberlakuan pajak secara tidak manusiawi
3. Mengeluarkan dekrit baru. Dilarang jual beli tanah, untuk menghindari kebangkrutan negara karena banyak orang masuk islam dengan alasan tidak mau bayar pajak.
4. Dalam dekrit yang baru, tanah kharaj tidak boleh diganti dengan tanah usyri.
5. melarang keras untuk menghukum mati terhadap seseorang yang belum terbukti bersalah.
6. Mengembalikan kebun Fadak milik Nabi SAW yang diperuntukan untuk rakyat dan ahl al bait
7. Mengembalikan gereja kepada umat kristen yang dulu dijadikan masjid dan membebaskan praktek keagamaan lain.
8. Memecat pejabat negara uang terlibat kasus korupsi dengan digantikan oleh pejabat muda dan bersih.
Beberapa faktor yang menyebabkan Kehancuran Bani Umayyah:
1. Komunikasi yang tidak baik terhadap pemerintah pusat sehingga berakibat gangguan terhadap keamanan atau peristiwa.
2. Konflik antar golongan dikarenakan kepentingan politik.
3. Pengenaan pajak tidak manusia seperti kepada ibu yang melahirkan harus membayar jizyah.
4. Munculnya kekuatan baru yaitu gerakan Abbasiah yang mendapat dukungan dari kelompok aliran aliran
5. Sikap hidup mewah di lingkungan istana
--
Komentar
Posting Komentar