GERAKAN ROMPI KUNING

Greenflation mengacu terhadap kenaikan harga barang barang ramah lingkungan karena permintaan tinggi tetapi pasokan tidak mencukupi. Dampaknya akan terasa dalam penerapan produksi rendah karbon untuk melakukan transisi energi.

Transisi energi hijau terutama akan mencakup perubahan metode produksi menjadi ramah lingkungan, seperti halnya penggantian bahan material maupun peralatan. 

Apabila menerapkan transisi energi hijau dengan perubahan yang signifikan, maka akan terjadinya inflasi yang akan dirasakan, tetapi membawa manfaat yang berkepanjangan.

Pada tahun 2023 di Prancis terjadi demonstarasi, dikenal dengan gerakan 'rompi kuning', selama tiga pekan. Hal ini karena kondisi Greenflation yang diakibatkan sistem perpajakan yang memberatkan. Demonstrasi ini menimbulkan kericuhan dan penjarahan.

Menurut Peta Jalan Net-Zero 2050 Badan Energi Internasional ( IEA ), energi terbarukan diperkirakan akan meningkat dari 10% dari bauran energi kita saat ini menjadi 60% dalam 27 tahun ke depan

Dengan mengatasi Greenflation memerlukan kerjasama antara pemerintah, produsen dan konsumen. Pemerintah dapat mempertimbangkan kebijakan dengan cara menjamin kecukupan pasokan energi terbarukan. Produsen dapat berinovasi untuk mengurangi biaya produksi dan konsumen memilih produk yang ramah lingkungan.

Dengan kerjasama yang baik, inflasi hijau dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Komentar

Postingan Populer