KETIMPANGAN PENDAPATAN ANTARA 2 GOLONGAN !
Sebuah pepatah dari shelley yang mengatakan, " yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin".
Makin hari, makin besar kesenjangan antara kekayaan dan kemiskinan. Sikap dan pola pikir menjadi sebuah kekuatan, dalam memperbaiki keuangan, mulai dari strategi investasi dan kebiasaan belanja untuk meraih kesuksesan dalam hal keuangan. Masyarakat miskin seringkali mengaitkan situasi keuangan mereka dengan keadaan ekonomi atau hambatan sosial yang dirasakan. Disisi lain, orang kaya mengatasi hambatan dan terus berupaya mencapai kesuksesan dengan memanfaatkan kesempatan.
Kelompok miskin lebih memikirkan kepuasan secara instan, beda halnya dengan kelompok kaya, yang memiliki perspektif jangka panjang dengan mempertimbangkan keputusan masa depan dan berupaya untuk membangun warisan dengan tujuan memsejahterakan yang berkelanjutan, dengan melakukan investasi strategis, mengamankan kekayaan dan membangun beberapa bisinis.
Perbedaan kebiasaan belanja juga dapat menjadi sebuah perhatian.
Kelompok miskin, cenderung membelanjakan uangnya dengan barang barang yang memiliki nilai depresiasi seiring dengan berjalannya waktu. Seperti barang mewah, datang ketempat hiburan yang berlebihan akhirnya terus tergerus, Sehingga tidak dapat menngontrol dengan baik dalam finansial.
Sebaliknya, orang kaya fokus pada perolehan aset investasi sebagai menunjukan apresiasi. Seperti berinvestasi pada saham, bisnis, properti ataupun usaha lain yang memiliki potensi kekayaan secara signifikan.
Orang kaya memahami pentingnya memperoleh pengetahuan dan keahlian dalam mengejar kesuksesan. Mereka memprioritaskan pembelajaran yang berkelanjutan dengan belajar kepada sebuah universitas, atau pelatihan khusus.
Orang miskin cenderung ketika ada kendala keuangan sebagai hambatan dengan dengan berpikiran " saya tidak mampu membayarnya " dengan penuh rasa putus asa. Sedangkan orang kaya, berpikiran " bagaimana cara memperolehnya ". Seperti mencari peluang untuk mendapatakan pendapatan.
Orang miskin selalu memikirkan fokusnya terhadap masalah pribadi. Sedangkan yang kaya memikirkan solusi.
Mengapa yang kaya semakin kaya dan miskin menjadi miskin.
Ternyata sikaplah yang menjadi dasar kekuatan dalam hal akumulasi kekayaan
Sumber daya manusia, keahlian dan pendidikan menjadi sebuah kunci untuk keluar dari perangkap kemiskinan.
Menurut data dari BPS :Persentase penduduk miskin pada Maret 2023 sebesar 9,36 persen, menurun 0,21 persen poin terhadap September 2022 dan menurun 0,18 persen poin terhadap Maret 2022.
Jumlah penduduk miskin pada Maret 2023 sebesar 25,90 juta orang, menurun 0,46 juta orang terhadap September 2022 dan menurun 0,26 juta orang terhadap Maret 2022.
Jadi mitos atau Fakta, orang miskin semakin miskin dan orang kaya semakin kaya ?
__
" mohon maaf apabila terjadi kesalahan dalam penulisan,
Dikarenakan kami dalam proses pembelajaran "
- mohon dimaafkan dan di doakan
Komentar
Posting Komentar