BIKIN GEMPAR, OLI PALSU MAKIN BEREDAR !
Oli merupakan cairan terpenting pada mesin kendaraan karena meminimalkan gesekan serta keausan bagian bagian mesin.
Waspada bagi pencinta otomotif, di pasaran sudah banyak beredar oli mesin palsu yang dilakukan oleh oknum oknum yang kemasan mesin oli nya dibuat mirip.
Biasanya, Oli mesin palsu mengandung pewarna, bahan tambahan, dan oli olahan berkualitas rendah yang dapat merusak mesin. Efek samping bencana seperti ledakan, panas berlebih, dan kebakaran terjadi karena tidak berfungsinya mesin.
Oli mesin palsu di buat sedemikian rupa, sehingga pembeli sulit membedakan mana yang asli dan yang palsu.
Pelumas palsu seringkali dikemas dalam botol asli yang diisi ulang dengan oli palsu, atau membuat botol peniru.
Ketua Asosiasi Pelumas Indonesia (Aspelindo) Andria Nusa mengungkapkan, produsen oli nasional mengalami kerugian hingga Rp 700 miliar akibat peredaran oli palsu di pasaran.
Dikarenakan oli merupakan produk yang paling banyak dibeli, dan kemungkinan lebih rentan dipalsukan
Para pemalsu tidak akan berhenti melakukan perdagangan demi mendapatkan banyaknya keuntungan dengan memanfaatkan momentum fluktuasi pasar global yang sedang naik signifikan.
Konsekuensi beredar oli palsu bagi merek dan konsumen :
1. Sedikit penjualan
2. Reputasi rusak
3. Mesin rusak
4. Kecelakaan
Cara mengidentifikasi mesin oli palsu, diantaranya :
1. Memeriksa warnanya, yang biasanya berwarna keemasan dan transparan, bebas dari kotoran, sedimen, dan segala jenis bahan tersuspensi.
2. Minyak palsu juga memiliki bau yang menyengat dan biasanya menyesakkan.
3. mengenali oli palsu dengan merasakan pelumas yang biasanya tidak halus karena adanya kotoran.
Solusi anti Pemalsuan ?
1. Otentilasi produk, dengan menggunakan teknik seperti hologram, kode QR, ataupun tag. Agar petugas seperti bea cukak dapat memverifikasi keaslian suatu produk secara instan
2. Pengemasan Aman, dengan mengunakan segel anti rusak, tinta khusus, label holografik atau tanda tersembunyi.
__
" mohon maaf apabila terjadi kesalahan dalam penulisan,
Dikarenakan kami dalam proses pembelajaran "
- mohon dimaafkan dan di doakan.
Komentar
Posting Komentar